Happiness

Hai!! Apa kabar ini blog tak pernah ku tengok lagi.
Kenapa gue nulis blog lagi? Atau lebih tepatnya, kenapa gue nulis tentang happiness?


Jadi gini ceritanya.

Gue baruuuu aja menyelesaikan novel 'the journeys 3', dan cerita terakhir adalah tentang kebahagiaan. Gue adalah orang yang, kalo kata orang, super slow. Maksudnya super slow adalah bukan gue larinya kayak siput -mungkin sih, gatau juga. Tapi kayaknya nggak kok- tapi gue orangnya santai, menjalani hidup dan menikmati segala hal di sekitar gue. Ya walapun gue begini, gue tetep punya mimpi dan cita-cita besar kok ;)
Nah gue mau menceritakan tentang si happiness ini. Kalo kata mbak Windy Ariestanty sih gini: "bahagia itu tentang berkenalan dengan kata cukup. Belajar merasa cukup."

Itu kata buku 1.

Kemudian, gue juga pernah baca buku the geography of bliss. Gue udah agak lama baca buku itu dan yang gue inget dari buku itu adalah orang yang sibuk sedikit lebih banyak merasa bahagia dibandingkan yang tidak sibuk.

Itu kata buku 2.

Sejujurnya gue juga masih mencari kata bahagia. Bahagia yang never ending. Iya, emang ga ada, tapi boleh dong ngayal. Waktu abis baca si buku 2 (yang gue baca duluan) gue mikir, "oke, gue harus menyibukkan diri," and ended up gue sibuk (versi gue). Dari sibuk-sibuk itu, gue mendapatkan apa yang namanya 'goal' di masing-masing kesibukan. Kadang, gue ga puas. Gue berusaha segini, tp dapet segitu. Tapi ada juga sih yang berusaha segitu eh dapetnya segini. Ga puas itu yang bikin berusaha lebih, kan? Tapi usaha (ber)lebih itu yang membuat gue ga bertemu dengan kata cukup. 

Sampai akhirnya bukan gue yang bilang cukup, tapi kesehatan.

Sakit itu nikmat loh. Suatu waktu dimana kita dikasih time-out untuk mikir. Untuk merekonstruksi. Dan disitulah gue tau batas diri gue dan dimana gue menemukan batas cukup.

Jadi buat yang merasa hidupnya ga bahagia, mbok ya instropeksi diri dulu... Give yourself a break and re-think.



Kenapa gue nulis ginian ya.
Yasudalah.


Cheers,

R




Comments

Post a Comment

Popular Posts